Bahasa Sebagai Alat Komunikasi ~ MoooBlogs

Rabu, 30 Januari 2013

Bahasa Sebagai Alat Komunikasi

    Kodrat Bahasa

    sistematis, kreatif, dapat melewati batas ruang dan waktu, struktur ganda, turun-temurun, arbitrer, berpola dualitas, semantisitas, ujaran, simbol, mengacu kepada dirinya, manusiawi, komunikatif 
      - Bahasa Sebagai Alat komunikasi (lisan dan tulis)

      1.  SISTEMATIS
        - structur-dipendence
          - keterikatan susunan/struktur
            Satu rentetan kata dalam kalimat tidak mem-bentuk rentetan yang acak tetapi satu kata 
              bergabung dngan yang lain. Urutan kata memang tampak linier tetapi satu kata dengan satu 
                kata yang lain membentuk suatu struktur yang hierarkhis.
                  Contoh: Orang tua itu.
                    Rentetan kata itu terdiri atas 2 unit, yaitu: orang tua dan itu.
                      Dalam rentetetan itu, kata tua hanya dapat bergabung dengan kata orang. Unit rentetean kata lazim disebut konstituen

                      2. KREATIF
                        - Bahasa dan pemakainya kreatif
                          - Bahasa bersifat kreatif karena struktur bahasa memungkinkan pemakaiannya untuk memanipulasinya selama kaidah-kaidah tertentu diikuti.
                            Contoh: 
                              Para demonstran membakar rumah   yang dimiliki oleh orang yang   mencuri harta yang selama ini   disimpan di bank.
                                Kalimat itu dapat disederhanakan menjadi: 
                                  Demonstran membakar rumah milik pencuri harta simpanan di bank.
                                    Kalimat-kalimat itu merupakan hasil manipulasi dari kreativitas bahasa.
                                      - Pemakai bahasa bersifat kreatif karena dia memiliki kemampuan untuk memahami dan mengujarkan ujaran baru mana pun.
                                        - Ujaran yang kita dengar kapan pun tidak pernah ada yang sama 100% dengan ujaran yang pernah kita dengar sebelumnya, walaupun topiknya sama. Namun, kita tetap dapat memahami maknanya.
                                          - Sifat kreatif ini hanya ada pada manusia yang menjadi pemakai bahasa.

                                          3. DAPAT MELEWATI BATAS RUANG DAN WAKTU
                                            - Bahasa dapat dipakai untuk mengungkapkan si-tuasi atau peristiwa yang sudah lampau atau yang belum terjadi, bahkan untuk sesuatu yang masih dibayangkan.
                                              - Struktur bahasa memungkinkan kita untuk ber-bicara tentang peristiwa yang terjadi kemarin atau bahkan ratusan tahun yang lalu.
                                                - Bahasa manusia memungkinkan kita untuk berbi-cara soal hujan kemarin sore atau soal Patih Gajah Mada dari kerajaan kuno Majapahit bahkan soal apapun yang kita rencanakan dan soal yang masih dalam angan-angan.
                                                  Sifat bahasa seperti di atas tidak ada pada alat komunikasi binatang.

                                                  4. STRUKTUR GANDA
                                                    - Struktur batin (deep structure)
                                                      Struktur yang menrujuk pada makna
                                                        Contoh: 
                                                          a. Orang itu memukuli saya.
                                                            b. Saya dipukuli oleh orang itu.
                                                              Dua kalimat di atas memiliki makna dasar yang sama maka keduanya memiliki struktur batin yang 
                                                                sama. Kedua kalimat di atas memiliki perbedaan dalam bentuk: (a) aktif, (b) pasif. 
                                                                  - Struktur lahir (surface structure)
                                                                    Struktur yang merujuk pada susunan kata yang tampak dalam kalimat
                                                                      Contoh: 
                                                                        Banyak anggota MPR kita yang sering membolos.
                                                                          Kalimat di atas memiliki  struktur lahir kalimat berita dan struktur batinnya pun menyatakan berita.
                                                                            Jadi,
                                                                              - Satu kalimat dapat memiliki struktur batin dan struktur lahir yang sama.
                                                                                - Satu kalimat dapat memiliki dua struktur batin yang berbeda.
                                                                                  - Dua kalimat yang struktur lahirnya tampak sama dapat memiliki dua struktur batin yang berbeda.
                                                                                    - Dua kalimat yang memiliki dua struktur lahir yang berbeda dapat memiliki satu struktur batin yang sama.

                                                                                    5. TURUN-TEMURUN
                                                                                      - Bahasa diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya secara turun-temurun.
                                                                                        - Bahasa yang diperoleh anak/generasi baru tergantung pada masukan bahasa yang digunakan oleh
                                                                                          masyarakat di mana anak tinggal.
                                                                                            - Anak yang lahir di Bandung dan bergaul dengan masyarakat Bandung yang berbahasa Sunda akan
                                                                                              memperoleh bahasa Sunda, meskipun orangtuanya dari Jawa.
                                                                                                - Anak yang lahir di Solo dan berbaur dengan masyarakat Solo yang berbahasa Jawa maka ia akan
                                                                                                  memperoleh bahasa Jawa, meskipun orangtuanya dari Bogor, Jawa Barat.
                                                                                                    - Pemerolehan bahasa oleh binatang tidak turun-temurun tetapi instingtif.
                                                                                                      - Seekor jalak dari Bali yang ditetaskan dan dibersarkan oleh “masyarakat” burung perkutut tetap saja akan berkicau jalak.
                                                                                                        - Seekor kucing Persia yang dilahirkan dan dibesarkan dilingkungan “masyarakat” kucing London tetap saja mengeong, sama seperti mengeongnya kucing Jakarta.

                                                                                                        6. ARBITRER
                                                                                                          - Hubungan antara kata dengan benda, perbuatan, atau keadaan yang dirujuknya bebas/berubah-ubah
                                                                                                            - Tidak ada alasan mengapa suatu benda disebut nasi atau suatu perbuatan dinamakan makan.
                                                                                                              - Kaitan antara benda dengan nasi dan perbuatan dengan makan hanya merupakan persetujuan/konversi di antara para pemakai bahasa Indonesia.
                                                                                                                - Oleh karena itu, suatu benda dinamakan rice dan  run oleh orang Inggris, sedangkan oleh orang Indonesia benda itu dinamakan padi, gabah, dan beras.

                                                                                                                7. BERPOLA DUALITAS
                                                                                                                  Dualitas: Bunyi-bunyi ujaran itu jika sendiri tidak memiliki makna dan baru bermakna setelah
                                                                                                                    digambung-kan, makna juga akan berubah jika susunannya berubah.
                                                                                                                      Contoh: 
                                                                                                                        a. /k/, /e/, /p/, /a/, /l/, /a/
                                                                                                                          b. /kepala/


                                                                                                                              Namun, bila bunyi ujaran yang sama berubah susunannya maka maknanya juga akan berubah.
                                                                                                                                Contoh: 
                                                                                                                                     a. /kepala/
                                                                                                                                       b. /kelapa/

                                                                                                                                      8. SEMANTISITAS
                                                                                                                                        Semantisitas: Begitu suatu nama diberikan kepada suatu benda maka nama itu akan selalu merujuk
                                                                                                                                          kepada konsep benda itu, walaupun benda itu sebenarnya tidak memenuhi persyaratan untuk nama
                                                                                                                                            itu.
                                                                                                                                              Contoh: 
                                                                                                                                                kata /kursi/ nama untuk konsep benda   yang berkaki 4, memiliki sandaran lengan dan punggung,
                                                                                                                                                  dan berfungsi sebagai tempat duduk.


                                                                                                                                                      Kita akan tetap menyebutnya /kursi/ untuk benda-benda mirip dengan konsep itu, misalnya yang
                                                                                                                                                      kakinya cuma 3, atau tidak memiliki sandaran punggung. Selama masih memiliki fungsi tempat duduk.

                                                                                                                                                      0 komentar:

                                                                                                                                                      Poskan Komentar